A Natural Antiseptic Alternative in Hand Sanitizer Gel : A Combination of Miana and Kemuning Leaves Extract

Authors

  • Afidatul Muadifah STIKES Karya Putra Bangsa, Indonesia
  • Dara Pranidya Tilarso
  • Ary Kristijono
  • Khoirul Ngibad
  • Nabila Putri Salsabila

DOI:

https://doi.org/10.33006/ji-kes.v5i2.266

Abstract

Abstrak

Penggunaan gel hand sanitizer saat ini menjadi jalan keluar untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tangan agar lebih praktis dan mudah dibawa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan antiseptik alami dari kombinasi ekstrak daun Miana dan Kemuning terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dalam bentuk gel. Gel hand sanitizer dibuat dari kombinasi ekstrak daun miana dan kemuning yang menunjukkan daya hambat optimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kombinasi ekstrak daun Miana dan Kemuning dibuat dalam 3 variasi konsentrasi (K1 = 5%: 15%), (K2 = 10%: 10%), dan (K3 = 15%: 5%). Formulasi gel hand sanitizer diuji kemampuannya sebagai antiseptik dan uji stabilitas fisik pada hari ke 0, hari ke 7, hari ke 14, hari ke 21, dan hari ke 28. Konsentrasi optimum dari kombinasi ekstrak daun miana dan kemuning sebagai antiseptik adalah pada kombinasi K3 = 15%: 5%. Kombinasi antiseptik alami K3 (NAK3) menunjukkan daya hambat sebesar 7,33 mm (terhadap Staphylococcus aureus) dan 09,00 mm (terhadap Escherichia coli) yang termasuk dalam kategori sedang. NAK3 memenuhi persyaratan untuk uji organoleptik, homogenitas, pH, kemampuan menyebar, dan adhesi, serta stabil selama penyimpanan..

 

Kata kunci: antiseptik, miana, kemuning, gel, hand sanitizer

 

Abstract

The use of hand sanitizer gel is currently a more practical and portable way to maintain health and hand hygiene. This study aims to generate a natural antiseptic from a combination of Miana and Kemuning leaves extract toward Staphylococcus aureus and Escherichia coli in gel formulation. The hand sanitizer gel is made from a combination of Miana and Kemuning leaves extract which shows optimum inhibition against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The combination of Miana and Kemuning leaves extracts was made in 3 variations of concentration (K1 = 5%: 15%), (K2 = 10%: 10%), and (K3 = 15%: 5%). The hand sanitizer gel formulation tested its ability as an antiseptic and on physical stability test on day 0, day 7, day 14, day 21, and day 28. The optimum concentration of the combination of Miana and Kemuning leaves extracts as an antiseptic is at a combination of K3 = 15%: 5%. The combination K3 Natural Antiseptic (NAK3) showed an inhibitory power of 7.33 mm (against Staphylococcus aureus) and 09.00 mm (against Escherichia coli) which was included in the moderate category. The NAK3 meets the requirements for organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, and adhesion, and is stable during storage.

 

Keywords: antiseptic, miana, kemuning, gel, hand sanitizer

References

Asngad, A., R. Bagas, A., & Nopitasari. (2018). Kualitas Gel Pembersih Tangan (Handsanitizer) dari Ekstrak Batang Pisang dengan Penambahan Alkohol , Triklosan dan Gliserin yang Berbeda Dosisnya. 4(2), 61–70. https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v4i1.2795

Ati, A. A. N. (2019). Formulasi dan Uji Stabilitas Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.). Skripsi, Fakultas MIPA Universitas Al-Ghifari.

Darsana, I., Besung, I., & Mahatmi, H. (2012). Potensi Daun Binahong (Anredera cordifolia). Indonesia Medicus Veterinus, 337–351.

L. Angga, I., Prenggono, M. D., & Budiarti, L. Y. (2015). Identifikasi Jenis Bakteri Kontaminan Pada Tangan Perawat di Bangsal Penyakit Dalam RSUD ULIN Banjasrmasin Periode Juni-Agustus 2014. Berkala Kedokteran, 11(1), 11–18.

Leen Othman, Ahmad Sleiman, and Roula M.Abdel-Massih. Antimicrobial Activity of Polyphenols and Alkaloids in Middle Eastern Plants. Front. Microbiol, 10: 1-28. https://doi.org/10.3389/fmicb.2019.00911

Mawan, A. R., Indriwati, S. E., & Suhadi. (2017). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Kulit Batang Tumbuhan Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherchia coli. Jurnal Bioedukasi Universitas Jember, 15(1), 8–13.

Mpila, D. ., Fatimawali, & Wiyono, W. I. (2012). Uji Aktivitas Antibakteri Daun Mayana (Coleus atropurpureus [L] Benth) Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa secara in-vitro. Uji Aktivitas Antibakteri Daun Mayana (Coleus Atropurpureus [L] Benth) Terhadap Staphylococcus Aureus, Escherichia Coli Dan Pseudomonas Aeruginosa Secara in-Vitro, 13.

Naibaho, D. H., Yamkan, V. Y., & Weni, W. (2013). Pengaruh Basis Salep Terhadap Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Kemangi (Ocinum sanchum L.) pada Kulit Punggung Kelinci yang dibuat Infeksi Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Farmasi, 27–33.

Ningsih, W., Firmansyah, & Anggraini, S. (2016). Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Gel Pembersih Tangan Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray). Jurnal Ilmiah Farmasi, 79–85.

Jaya Vikas Kurhekar. (2016). Tannins – Antimicrobial Chemical Components. International Journal of Technology and Science, 9(3), 5-9.

Rizal, M., Yusransyah, & Sofi, N. S. (2016). Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen) terhadap Mencit Jantan Yang Diinduksi Oleum Ricini. Jurnal Ilmiah Manuntung, 2(2), 131–136.

Shu, M. (2013). Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Dengan Bahan Aktif Triklosan 0,5% Dan 1%. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1), 1–14.

Sinaga, L. R. V., Seri, A. M., & Henny, A. B. (2020). Sosialisasi Perilaku Cuci Tangan pakai Sabun di Desa Sawo Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap masyarakat Ditengah Mewabahnya Virus Covid-19. Jurnal Abdimas Mutiara, 1(September), 19–28.

Tahir, D. N. ., Mustapa, M. ., & Abdulkadir, W. (2018). Uji Aktivitas Antibakteri Esktrak Kemuning (Murayya paniculata) terhadap Bakteri Eschericia Coli dan Staphylococcus aureus. Skripsi, Universitas Negeri Gorontalo Repository.

Tarigan, I. L., Sari, A. K., Huda, C., Jovanncha, C., & Muadifah, A. (2020). Phytochemical Screening and Quantitative Analysis of Coleus arthropurpureus Ethyl Acetate Fraction and Antibacterial Activity Against Staphylococcus aureus. ALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia Dan Terapan, 4(1), 17–23. https://doi.org/10.19109/alkimia.v4i1.5123

Wasiaturrahmah, Y., & Jannah, R. (2018). Formulation And Physical Properties Test Of Hand Sanitizer Gel From Bay Leaf Extract (Syzygium polyanthum). Borneo Journal of Pharmascientech, 2(2), 87–94.

Widyawati, L., Mustariani, Aprilia, B. A., & Purmafitriah, E. (2017). Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasetis, 6(2), 47–57.

Irwin R. A. Menezes, Temı´stocles I. Santana, Victor J. C. Varela, Rogerio A. Saraiva, Edinardo F. F. Matias, Aline A. Boligon, Margareth L. Athayde,

Henrique D. M. Coutinho, Jose G. M. Costa, and JoaËœo B. T. Rocha (2015).

Chemical composition and evaluation of acute toxicological, antimicrobial and modulatory resistance of the extract ofMurraya paniculata. Pharmaceutical Biology, 53(2): 185-191. https://doi.org/10.3109/13880209.2014.913068.

Yati, K., Mahdi, J., Misri, G., Mardiastuti, & Lusi, P. D. (2018). Pengaruh Variasi Konsentrasi Hidroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) terhadap Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Tembakau (Nicotiana tabaccum L.) dan Aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans. . Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 5(3), 133–141.

Yusriana, C. S., Chrisnawan, S. B., & Trisna, D. (2014). Uji Daya Hambat Infusa Daun Nangka (Artocarpuus heterophyllus) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staplylococcus aureus. Jurnal Permata Indonesia, 5(2), 1–7.

Downloads

Published

2022-02-28

Citation Check