Kinerja Tim Bedah Kamar Operasi Rumah Sakit di Kabupaten Jember

Authors

  • Asmuji Asmuji Universitas Muhammadiyah Jember, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-0034-5530
  • Priyo Widodo Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember, Indonesia
  • Ninik Sumarini Rumah Sakit Daerah Balung, Jember, Indonesia
  • Iin Indahwati Rumah Sakit Daerah Balung, Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33006/ji-kes.v5i1.259

Abstract

Abstrak

Ruang bedah (kamar operas) menjadi suatu area yang memberikan pelayanan pembedahan dengan resiko kasus kecelakaan yang sangat tinggi. Penerapan 3 fase pembedahan (sign in, time out, dan sign out) menjadi kegiatan wajib yang harus dipatuhi tim bedah untuk mewujudkan program keselamatan pasien. Karena, keselamatan pasien dapat menjadi nilai kinerja tim bedah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kinerja tim bedah kamar operasi di rumah sakit di Kabupaten Jember. Desain yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel penelitian ini adalah klien yang mendapatkan tindakan bedah (operasi) dengan jumlah 32 orang diambil secara quota sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Surgical Safety Checklist (SSC) dari WHO. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan tampilan data berupa tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 32 (100%) klien yang akan menjalani operasi dilakukan sign in sesuai dengan item dalam SSC. Artinya kinerja tim bedah dalam tahapan sign in dalam katagori baik. Kinerja tim bedah pada fase time out dan sign out belum menunjukkan kinerja yang baik. Kinerja tim bedah yang tidak baik dalam kegiatan pembedahan sangat berisiko menimbulkan ancaman keselamatan klien selama menjalani pembedahan maupun setelahnya. Bagi pihak manajemen rumah sakit diharapkan melakukan monitoring dan evaluasi kinerja tim bedah secara berkala dan berkelanjutan.

Kata kunci: kamar operasi, kinerja, tim bedah


 

Abstract

The surgery room is an area that provides surgical services with a very high risk of accident cases. The implementation of 3 phases of surgery (sign in, time out, and sign out) is a mandatory activity that the surgical team must comply with to realize a patient safety program. Because patient safety shows the work value of the surgical team's performance in carrying out their duties and responsibilities. This study aims to describe the performance of the operating room surgery team at a hospital in Jember Regency. The design used in this research is descriptive observational. The sample of this study was 32 clients who received surgery/surgery which was taken by quota sampling. The collecting data used Surgical Safety Checklist (SSC) from WHO. The data analysis used description with the data display in the form of a frequency distribution table. The results showed that 32 (100%) clients who will have surgery were signed in based on the items in the SSC. It showed that the performance of the surgical team in the sign-in stage is in a good category. The performance of the surgical team in the time out and sign out phases has not shown good performance. The substandard performance of the surgical team is very risky to pose a threat to the client’s safety during surgery and after surgery. The hospital management is expected to monitor and evaluate the performance of the surgical team regularly and continuously.

Keywords: surgery room, performance, surgical team


Author Biographies

Asmuji Asmuji, Universitas Muhammadiyah Jember

Manajemen Keperawatan dan Keperawatan Komunitas

Priyo Widodo, Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember

Bahasa Inggris

Ninik Sumarini, Rumah Sakit Daerah Balung, Jember

Perawat

Iin Indahwati, Rumah Sakit Daerah Balung, Jember

Perawat

References

Amiruddin, A., Emilia, O., Prawitasari, S., & Prawirodihardjo, L. (2018). Hubungan kepatuhan tim bedah dalam penerapan Surgery Safety Checklist (SSC) dengan infeksi luka operasi dan lama rawat inap pada pasien seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Barru. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5(3), 145–158. ISSN 2302–836X (print), ISSN 2621–461X (o.

Firdausi, A., Dewi, A., & Susanto. (2020). Pengaruh akreditasi rumah sakit dalam perubahan tingkat kepatuhan pengisian surgical safety checklist di RS Nur Hidayah. Jurnal Ilmiah Universitas Ba-tanghari Jambi, 20(1), 258–262. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i1.776

Harus, B. D., & Sutriningsih, A. (2015). Pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien dengan pelaksanaan prosedur keselamatan pasien rumah sakit (KPRS) di Rumah Sakit Panti Waluyo Sawahan Malang. Jurnal CARE, 3(1), 25–32.

Haryanti, F., Hasri, E. T., & Hartriyanti, Y. (2014). Praktik keselamatan pasien bedah di rumah sakit daerah. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 17(1), 182–187. https://doi.org/https://doi.org/10.9774/jmk.13.1.61- 75

Haugen, A. S. et al. (2013). Impact of the World Health Organization’s surgical safety checklist on safety culture in the operating theatre: A controlled intervention study. British Journal of Anaesthsia.

Hermawan, I., Saryono, S., & Santoso, D. (2014). Gambaran penerapan surgery patient safety fase sign out pada pasien post operasi bedah mayor di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kebumen. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 10(3), 124–132.

Irmawati, N. E., & Anggorowati. (2017). Surgical cheklist sebagai upaya meningkatkan patient safety. Journal of Health Studies, 1(1), 40–48.

JCI. (2010). Joint Commision International Accreditation Standards for Hospitals. USA: JCI.

Kemenkes RI. (2015). PedomanNasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (III).

Kemenkes RI. (2017). Manajemen keselamatan pasien. Bahan ajar keperawatan. Jakarta.

Komisi Akreditasi Rumah Sakit. (2011). Standar Akreditasi Rumah Sakit (4th ed.). Jakarta: Dirjen BUK.

Lingard, L., Regehr, G., Orser, B., Reznick, R., Baker, G. R., & Doran, D. (2008). Evaluation on of a preoperative checklist and team briefing among surgeons, nurses, and anesthesiologists to reduce failures in communication. Arch Surgical, 143(1), 7–12.

NHS. (2010). Implementing the surgery safety checklist: the journey so far. Ukraina.

Nurhayati, S., & Suwandi. (2019). Kepatuhan perawat dalam implementasi surgical safety checklist terhadap insiden keselamatan pasien ponek di Rumah Sakit Semarang. Jurnal SMART Keperawatan, 6(1), 25-30-6221–5236. https://doi.org/10.34310/jskp.v6i1.215

Sandrawati, J., Supriyanto, S., & Nurul, T. (2013). Rekomendasi untuk meningkatkan kepatuhan penerapan surgical safety checklist di kamar bedah. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 17(1).

Sukasih, S., & Suharyanto, T. (2012). Analisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pasien safety di Kamar Operasi Rumah Sakit Premier Bintaro. Jurnal Health Quality, 2(4), 234–245.

Vries, E. N., Prins, H. A., Crolla, R. M. P. H., Outer, A. J., Ander, G.,

Helden, S. H., … Boermeester, M. A. (2011). Effect of a comprehensive surgical safety system on patient outcome. N Eng L JMed, 363(20), 1927–1937.

Weiser, T. G., Regenbogen, S. E., Thompson, K. D., Haynes, A. B., Lipsitz, S. R., & Berry, W. . (2009). Es ma on of the global volume of surgery: a Modelling Strategy Based on Available Data. Lancet, 372(9633), 139–144.

WHO. (2016). Surgical safety checklist.

Yuliana, B. W., & Lubis, V. H. (2018). Analisis kelengkapan pengisian lembar keselamatan pasien di Rumah Sakit Ichsan Medical Centre Bintaro tahun 2017. Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro, II(1), 104–108.

Downloads

Published

2021-08-31

Citation Check