Hubungan Kunjungan Antenatal Care dan Berat Badan Lahir Rendah terhadap Kejadian Stunting di Kota Batu

Authors

  • Anindya Hapsari Universitas Negeri Malang, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-2663-8232
  • Yuyun Fadhilah Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Hartati Eko Wardhani Universitas Negeri Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33006/ji-kes.v5i2.258

Abstract

Abstrak

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang menyebabkan gangguan pada masa window of opportunity anak. Stunting diketahui dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Berat Badan Lahir Bayi Rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan ANC dan berat badan lahir bayi terhadap kejadian stunting di Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan di wilayah Kelurahan Temas Kota Batu. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, dimana didapat sampel sebanyak 70 responden. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kunjungan ANC terhadap kejadian stunting (p=0,000), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir bayi terhadap kejadian stunting di Kota Batu (p=0,140). Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa kunjungan ANC saat hamil memiliki hubungan terhadap kejadian stunting di wilayah Kota Batu. Sedangkan berat badan lahir bayi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting di Kota Batu.

 

Kata kunci: Antenatal Care, ASI esklusif, stunting

 

Abstract

Stunting is one of chronic nutritional problems that made a disruption on children’s window of opportunity period. Stunting can be caused by multifactor, including antenatal care (ANC) visit and low birth weight. This study aimed to determine the correlation between ANC visit and low birth weight with the incidence of stunting in Batu City. This study used an observational analytic study design with a cross sectional approach. The population in this study were mothers who had babies aged 0-12 months in the Temas Village, Batu City. Sampling used purposive sampling technique, which obtained respondents as many as 70 respondents. The data analysis technique used Spearman test. The results of this study indicated that there was a significant correlation between ANC visits with the incidence of stunting (p=0.000). And there was no significant correlation between low birth weight with the incidence of stunting in Batu City (p=0,140). This study concluded that ANC visits during pregnancy had a correlation with the incidence of stunting in Batu City. Meanwhile, low birth weight had no correlation with the incidence of stunting in Batu City.

 

Keywords: Antenatal Care, exclusive breastfeeding, stunting.

Author Biography

Anindya Hapsari, Universitas Negeri Malang

Prodi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat

References

Amini, A. (2016) ‘Hubungan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-59 Bulan di Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB Tahun 2016’, pp. 2–22.

Aryastami, N. K. et al. (2017) ‘Low birth weight was the most dominant predictor associated with stunting among children aged 12-23 months in Indonesia’, BMC Nutrition. BMC Nutrition, 3(1), pp. 1–6. doi: 10.1186/s40795-017-0130-x.

Budiastutik, I. and Rahfiludin, M. Z. (2019) ‘Faktor Risiko Stunting pada anak di Negara Berkembang’, Amerta Nutrition, 3(3), pp. 122–129. doi: 10.2473/amnt.v3i3.2019.122-129.

Camelia, V. (2020) ‘Hubungan Antara Kualitas & Kuantitas Riwayat Kunjungan Antenatal Care (ANC) Dengan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang’, Journal of Issues in Midwifery, 4(3), pp. 100–111. doi: 10.21776/ub.joim.2020.004.03.1.

Dinkes Kota Semarang (2013) ‘Profil Kesehatan Kota Batu Tahun 2013’, Dinas Kesehatan Kota batu, pp. 1–207.

Fitri, L. (2018) ‘Hubungan Bblr Dan Asi Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Lima Puluh Pekanbaru’, Jurnal Endurance, 3(1), p. 131. doi: 10.22216/jen.v3i1.1767.

Heryanto, M. L. (2021) ‘Kunjungan Antenatal Care Dengan Kejadian

Stunting Pada Anak Usia 24 – 36 Bulan’, Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 16(1), pp. 1–8. doi: 10.36911/pannmed.v16i1.1043.

Hutasoit, M., Utami, K. D. and Afriyliani, N. F. (2020) ‘Kunjungan Antenatal Care Berhubungan Dengan Kejadian Stunting’, Kesehatan Samodra Ilmu, 11(1), pp. 1–10.

Kementerian kesehatan Repubelik Indonesia (2018) ‘Data dan Informasi profil Kesehatan Indonesia 2018’.

Kemkes (2018) ‘Penanganan Stunting Terintegrasi Beban Ganda Permasalahan Gizi di Indonesia’, Jakarta.

Kesehatan, K., Penelitian, B. and Kesehatan, P. (2018) ‘Hasil Utama Riskesdas 2018’.

Mahayana, S. A. S., Chundrayetti, E. and Yulistini, Y. (2015) ‘Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUP Dr. M. Djamil Padang’, Jurnal Kesehatan Andalas, 4(3), pp. 664–673. doi: 10.25077/jka.v4i3.345.

Malka, S., Musni, M. and Fatimah, S. (2021) ‘Faktorkehamilan Dini, Antenatal Care, Asi Eksklusif Dan Pengetahuan Gizi Terhadap Stunting Pada Balita Resiko Stunting Pada Balita Di Kabupaten Bone’, Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(1), pp. 59–64. doi: 10.33024/jkm.v7i1.3364.

Martorell, R. (2017) ‘Improved nutrition in the first 1000 days and adult human capital and health’, American Journal of Human Biology, 29(2), pp. 1–24. doi: 10.1002/ajhb.22952.

Mulyanto, A. D. (2015) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskemas Bawen)’, pp. 71–99.

Najahah, I., Adhi, K. T. and Pinatih, G. I. (2013) ‘Laporan hasil penelitian Faktor risiko balita stunting usia 12-36 bulan di Puskesmas Dasan Agung , Mataram , Provinsi Nusa Tenggara Barat Risk factors stunting for 12-36 month old children in Dasan Agung Community Health Centre , Mataram , West Nusa Tengg’, Public Health and Preventive Medicine Archive, 1(2), pp. 134–141.

de Onis, M. and Branca, F. (2016) ‘Childhood stunting: A global perspective’, Maternal and Child Nutrition, 12, pp. 12–26. doi: 10.1111/mcn.12231.

Rahayu, A. et al. (2015) ‘penyebab stunting baduta 882-1912-1-PB’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 10(2), pp. 67–73.

Rahmaningtyas, I. I. (2020) ‘Penanganan Balita Stunting Pada Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri’, Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), 6(1), pp. 26–38.

Ramirez, N., Gamboa, L. and Bedi, A. (2012) ‘Child malnutrition and antenatal care: Evidence from three Latin American countries’, ISS Working Paper Series/, (536). Available at: http://repub.eur.nl/pub/31741/.

Roediger, R., Taylor Hendrixson, D. and Manary, M. J. (2020) ‘A roadmap to reduce stunting’, American Journal of Clinical Nutrition. Oxford University Press, 112, pp. 773S-776S. doi: 10.1093/ajcn/nqaa205.

Ruaida, N. and Soumokil, O. (2018) ‘Hubungan Status Kek Ibu Hamil Dan Bblr Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Tawiri Kota Ambon’, Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), 9(2), pp. 1–7. doi: 10.32695/jkt.v2i9.12.

Rukmana, E., Briawan, D. and Ekayanti, I. (2016) ‘Risk Factors Stunting in Children Aged 6-24 Months in Bogor’, Jurnal MKMI2, 12(3), pp. 192–199.

Scott, J. A. (2020) ‘The first 1000 days: A critical period of nutritional opportunity and vulnerability’, Nutrition and Dietetics, 77(3), pp. 295–297. doi: 10.1111/1747-0080.12617.

Sueca, N. P. et al. (2005) ‘Faktor - Faktor Determinan’, Universitas Stuttgart, 3(2).

Susilowati, E. (2017) ‘Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita 1-5 Th di Puskesmas Bangsri I Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita 1-5 Th di Puskesmas Bangsri I’, Universitas Muhammadiyah Semarang, 2(1), pp. 7–28.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (no date) ‘100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)’, 2.

Downloads

Published

2022-02-28

Citation Check