Analisis Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Tuberkulosis Menggunakan Medication Adherence Rating Scale (MARS)

Authors

  • Lisus Setyowati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan harapan Bangsa Jember, Indonesia
  • Ernest Silviah Emil Prodi DIII Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Bangsa, Jember, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33006/ji-kes.v5i1.224

Abstract

Abstrak

Penyakit TB (Tuberculosis) paru merupakan penyakit yang mudah menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan penularannya melalui udara dalam bentuk percikan dahak (droplet). Keberhasilan program TB di Indonesia dapat dicapai dengan program pemerintah yaitu strategi Directly Observed Treatment, short-course (DOTS). Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan TB di RS Paru Kabupaten Jember dan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat kepatuhan pengobatan TB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dilakukan dengan wawancara. Variabel yang diteliti adalah karakteristik (jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan) dan kepatuhan pengobatan pasien TB. Penilaian kepatuhan pasien dilakukan menggunakan kuesioner MARS untuk mengetahui hasil penelitian  tingkat kepatuhan pengobatan pasien TB. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan uji chi square dengan taraf signifikasi (α) 5%. Tingkat kepatuhan pengobatan sebesar 77,5%. Jenis kelamin Laki-laki 62,5% (p=0,769), usia 35-44 tahun 40% (p=0,567), dan tingkat pendidikan SD 42,5% (p=0,953) tidak berhubungan dengan kepatuhan pengobatan TB di RS Paru Kabupaten Jember. Perlu dukungan keluarga atau Pengawas Minum Obat (PMO) untuk keberhasilan program DOTS dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk perilaku hidup pasien dan motivasi pasien untuh sembuh dari TB.

Kata kunci: kepatuhan, karakteristik, tuberkulosis paru

 


Abstract

Pulmonary TB (Tuberculosa) is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis and is transmitted through the air in the form of droplets. The success of the TB program in Indonesia can be achieved by a government program, Directly Observed Treatment, short-course (DOTS) strategy. This study was to determine the level of compliance with TB treatment and for the relationship between the characteristics of the respondents and the level of compliance with TB treatment at Lung Hospital, Jember. This research is a descriptive quantitative study with a cross sectional approach. Compliance assessment of patient was assessed by using the MARS questionnaire to determine the level of compliance to treatment of TB patients. Data were analyzed using univariate test and chi square test with a significance level (α) of 5%. Treatment adherence rate was 77.5%. Male gender 62.5% (p = 0.769), age 35-44 years 40% (p = 0.567), and SD education level 42.5% (p = 0.953) did not correlate with TB treatment compliance at Lung Hospital Jember. It is necessary to have family support or Drug Administration (PMO) for the success of the DOTS program and to carry out further research on patient behavior and motivation for patients to recover from TB.

Keywords: compliance, characteristics, pulmonary tuberculosis

Author Biography

Lisus Setyowati, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan harapan Bangsa Jember

Kemahasiswaan STIKes Harapan Bangsa

References

Aditama, T. Y., & Subuh, M. (2011). Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia 2010-2014. Jakarta: Kementerian kesehatan Republik Indonesia. https://med.unhas.ac.id/farmakologi/ wp-content/uploads/2014/10/Pedoman-Nasional-Penanggulangn-TB-2011.pdf

Anengsih, C. P. (2017). Implementasi Penanggulangan TB Paru dengan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) di Wilayah Kerja Puskesmas Batupanga Kabupaten Polewali Mandar. Makasar: Jurusan Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makasar.

Danso, E., Addo, I. Y., & Ampomah, I. G. (2015). Patients ’ Compliance with Tuberculosis Medication in Ghana : Evidence from a Periurban Community. 2015.

Kondoy, P. P. H., Rombot, D. V., Palandeng, H. M. F., & Pakasi, T. A. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Tuberkulosis Paru di Lima Puskesmas di Kota Manado Berobat Pasien. Jurnal Kedokteran Dan Komunitas Dan Tropik, II(1), 1–8.

Kusnandar, V. B. (2018). WHO : Kasus TBC Indonesia 2017 Terbesar Ketiga Dunia. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/09/who-kasus-tbc-indonesia-2017-terbesar-ketiga-dunia

Marwansyah, & Sholikhah, H. H. (2015). Pengaruh Pemberdayaan Keluarga Penderita TB ( Tubercolosis) Paru Terhadap Kemampuan Melaksanakan Tugas Kesehatan Keluarga di Wilayah Puskesmas Martapura dan Astambul Kabupaten Banjar. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 18(4), 407–419.

Primadiah, N. (2012). Hubungan Karakteristik Demografi dengan Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru di RS Paru Jember. Jember : Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

Suswati, E. (2006). Hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru. Pengembangan Pendidikan, 3(1), 67–73.

Thompson, K., Kulkarni, J., & Sergejew, A. A. (2000). Reliability and validity of a new Medication Adherence Rating Scale ( MARS ) for the psychoses Reliability and validity of a new Medication Adherence Rating Scale ( MARS ) for the psychoses k. 42, 241–247. https://doi.org/10.1016/S0920-964(99)00130-9

Vernon, A., Fielding, K., Savic, R., Dodd, L., & Nahid, P. (2019). The importance of adherence in tuberculosis treatment clinical trials and its relevance in explanatory and pragmatic trials. PLOS Medicine, 1–10. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002884

Yuda, A. A. (2018). Hubungan Karakteristik, Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Penderita Tuberkulosis Paru dengan Kepatuhan Minum Obat di Puskesmas Tanah Kalikedinding. Surabaya: Program Studi Pendidikan Ners Universitas Airlangga.

Downloads

Published

2021-08-31

Citation Check