Pengaruh Pemberian Ekstrak Garcinia Mangostana terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Satrean Maron Probolinggo

Authors

  • Nurul Laili STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan, Indonesia
  • Roi'sah Roi'sah STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan, Indonesia
  • Nafolion Nur Rahmat STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33006/ji-kes.v3i2.134

Abstract

Abstrak

Penyakit diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit penyakit tidak menular (PTM) yang membutuhkan penannganan tepat untuk proses penyembuhan. Penyakit tersebut jika tidak diobati akan menyebabkan timbulnya komplikasi yang dapat membahayakan penderita. Cara yang dilakukan untuk mencegah timbulnya komplikasi adalah melalui pengobatan. Salah satu jenis pengobatan yang digunakan adalah pengobatan herbal yaitu Garcinia Mangostana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Garcinia Mangostana terhadap kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Metode penelitian ini menggunakan quasy-experiment dengan desain pre-test and post-test with control group. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, berdasarkan rumus perhitungan sampel, maka diperoleh sampel sebanyak 36 penderita diabetes mellitus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa alat cek gula darah untuk mengukur kadar gula darah sewaktu. Uji statistic “paired T-Test†menggunakan media komputer program “Windows SPSS 17â€. Data pengukuran berupa data rasio yaitu nilai kadar gula darah sewaktu dalam mg/dl. Hasil analisa data menunjukkan pada kelompok perlakuan memiliki nilai p=0,001, hal tersebut berarti ada pengaruh pemberian kulit manggis terhadap kadar gula darah, sedangkan pada kelompok kontrol memiliki nila p=0,166. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Garcinia Mangostana efektif dalam menurunkan kadar gula darah  pada penderita diabetes mellitus.

 

Kata kunci: diabetes mellitus, garcinia mangostana, kadar gula,  penderita.

 

 

Abstract

Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases (PTM diseases) that requires proper response to the healing process. The disease if left untreated will cause complications that can endanger the patient. The way to prevent complications is through treatment. One type of treatment used is herbal medicine, Garcinia Mangostana. The purpose of this study was to determine the effect of giving Garcinia Mangostana extract to blood sugar levels of people with diabetes mellitus. This research method used quasy-experiment with the design of pre-test and post-test with control group. Sampling using simple random sampling, based on the sampel calculation formula, obtained sampels of 36 people with diabetes mellitus. The instrument used in this study is a blood sugar check tool to measure blood sugar. Test the "paired T-Test" statistic using the computer media program "Windows SPSS 17". Measurement data in the form of ratio data, namely the value of blood sugar levels when in mg /dl. The results showed that there was an effect of giving mangosteen peel to blood sugar levels in patients with diabetes mellitus with a value of p = 0.001.

 

Keywords: diabetes mellitus, garcinia mangostana, sugar levels, patients

 

References

Adika dkk. (2013). Diabetes Mellitus. Pustaka Muslim (40).

Karim, N., Jeenduang, N. & Tangpong, J. (2018). Anti-Glycemic and Anti-Hepatotoxic Effects of Mangosteen Vinegar Rind from Garcinia mangostana Against HFD/STZ-Induced Type II Diabetes in Mice. Polish Journal of Food and Nutrition Sciences, 68 (2), 163–169.

Khotimah, H.,Winarsih, S. dan Arif, MN.. (2010). Potensi Ekstrak Metanol Kulit Manggis (Garcinia mangosta L.) Terhadap Kondisi Glukosa Tinggi. Skripsi. Semarang. UNBRA.

Manukumar, HM et al. (2017). Evidences for diabetes and insulin mimetic activity of medicinal plants: Present status and future prospects. Critical Reviews in Food Science and Nutrition 57(12): 2712–2729.

Marewa, LW. (2015). Kencing Manis (Diabetes Mellitus) di Sulawesi Selatan.1nd ed. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Pedraza-Chaverri, J. (2008). Medicinal properties of mangosteen (Garcinia mangostana). Food and Chemical Toxicology, 46 (10), 3227–3239. Available at: http://dx.doi.org/ 10.1016/j.fct.2008.07.024.

Riyadi, Sujono S. (2008). Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Eksokrin dan Endokrin pada Pankreas, Graha Ilmu. Yogyakarta.

Ryu, H.W. et al. (2011). α-Glucosidase inhibition and antihyperglycemic activity of prenylated xanthones from Garcinia mangostana. Phytochemistry, 72 (17), 2148–2154. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.phytochem.2011.08.007.

Sarmoko. (2018). Sulfonilurea, Golongan Obat Diabetes yang Sering Diresepkan Bagi Pasien. Hello sehat Group. Available at: https:// hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/obat-diabetes-golongan sulfonilurea/. Accesssed on 4 January 2019.

Manurung, R.S dkk. (2013). Efek Antihiperglikemia dari Estrak Kulit Buah Manggis Terhadap Pasien Diabetes Mellitus. UNSRAT MANADO.

Hartini, Sri. (2009). Diabetes? siapa takut!! Panduan Lengkap untuk Diabetesi, Keluarganya, dan Profesional Medis, Bandung : PT. Mizan Pustaka.

Umar. (2015). Khasiat Fantastis Kulit Manggis, Jakarta: Grasindo.

Warisno. (2012). Kulit Manggis: Hidup Sehat Berkat Ratu yang Berkhasita. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

World Health Organization. (2017). Diabetes Programme: Country and regional data on diabetes, Available at: https://www.who.int/diabetes/facts/world_figures/en/index5.html. Accessed on 2 January 2019.

Yatman, E. (2012). Kulit Buah Manggis Mengandung Xanton yang Berkhasiat Tinggi. Universitas Boorobudur. 324.

Yunitasari, Liska. (2011). Gempur 41 Penyakit dengan Buah Manggis Khasiat dan Cara Pengolahanya untuk Pengobatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Pres.

Downloads

Published

2020-03-14

Citation Check