HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS PESURUNGAN LOR
DOI:
https://doi.org/10.33006/ji-kes.v1i2.106Abstract
Abstrak
ASI Eksklusif merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan anak lebih optimal. Tingginya aktifitas ibu diluar rumah menjadi kendala untuk memberikan ASI secara Eksklusif dan cenderung memberikan formula. Capaian ASI Eksklusif di wilayah Pesurungan Lor <60%, hal ini dapat mempengaruhi pencapaian pertumbuhan dan perkembangan bagi anak di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pemberian ASI Eksklusif pada anak usia 6-12 terhadap perkembangannya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif terhadap anak usia 6-12 bulan. Teknik sampling diambil menggunakan teknik accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 26 sampel. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Data selanjutnya dianalisis menggunakan chi-square test. Hasil analisis didapatkan terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan anak namun tidak signifikan ditunjukkan dari adanya Ï-value sebesar 0.09. Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh pemberian ASI Eksklusif saja, namun terdapat faktor lain seperti emotional bonding serta adanya pemberian stimulus dari orang tua atau pengasuh anak. Â
Â
Kata kunci : ASI Eksklusif, perkembangan, anak, bayi
Â
Abstract
Exclusive breasfeeding was an important aspect in children development. For working mothers, breast feeding exclusively would be hard and they prefer to used formula. Exclusive breastfeeding coverage in Pesurungan lor were less than 60%, it could cause an impending for growth and development in children achievement. The purpose of this study was to assess relation of breastfeeding exclusively with 6-12 months baby’s development. This study used descriptive analytichal method. Using accidental sampling to babies aged 0-6 months (26 babies). Data collected using Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) and analyzed using chi-square test. This study show there is a relation within breastfeeding exclusively and children development but not significant (Ï-value: 0.09). Children development not only influenced by breast milk but it could be influence by emotional bonding and/or stimulation by their parents or their caretakers,
Â
Keywords           :              Exclusive breastfeeding, development, children, babiesReferences
Alamsyah D, Marlenywati, Ruthayana H. (2017). Hubungan antara Kondisi Kesehatan Ibu, Pelaksanaan IMD dan Iklan Susu Formula dengan Pemberian ASI Eksklusif. IKESMA, 13 (1)
Belfort M, Rifas-Shiman S, Kleinman K, Bellinger D, Harris M, Taveras E, Gillman M, Oken E. (2016). Infant Breastfeeding Duration and Mid-Childhood Executive Function, Behavior and Social-emotional Development. J Dev Behav Pediatr, 37(1): 43-52
Etikan I, Musa SA, Alkassim RS. (2016). Comparison og Convenience Samplin and Purposive Sampling. American Journal of Theoritical and Applied Statistics, 5 (1): 1-4
Girard L, Doyle O, Tremblay R. (2017). Breastfeeding, Cognitive and Noncognitive Development in Early Childhood: A Population Study. PEDIATRICS, 139 (4)
Gunawan G, Fadlyana E, Rusmil K. (2011). Hubungan Status Gizi dan Perkembangan Anak Usia 1-2 tahun. Sari Pediatri, 13(2): 142-146
Imani F dan Hardaningsih G. (2017). Pengaruh Pemberian Formula Hidrolisa Ekstensif dan Isolat protein Kedelai terhadap Perkembangan Anak dengan Alergi Susu Sapi di Kota Semarang. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 6 (2): 530-540
Latifah E, Hastuti D, Latifah M. (2010). Pengaruh Pemberian ASI dan Stimulasi Psikososial terhadap Perkembangan Sosial-emosi Anak balita pada Keluarga Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 3(1): 35-45
Maharani, Ayu S, Setiawan I. (2018). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif, Jenis Kelamin dan Status Gizi terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 3-5 tahun di Kelurahan Makam Haji. Thesis. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Nurhayati H. (2015). Hubungan kelekatan Aman (Secure Attachment) Anak pada Orang Tua dengan Kemandirian Anak Pada Kelompok V TK PKK 37 Dodoganjatimulya Dlingo Bantul. Naskah Publikasi. Yogyakarta: Universitas negeri Yogyakarta
Prabasiwi A, Fikawati S, Syafiq A. (2015). ASI Eksklusif dan Persepsi Ketidakcukupan ASI. Kesmas: National Public Health Journal, 9 (3): 262-287
Setyarini A, Mexitalia M, Margawati A. (2015) Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif dan Non Eksklusif terhadap Mental Emosional Anak Usia 3-4 Tahun. Medica Hospitalia, 3(1): 36-41
Solihin, Malateki RD, Anwar F, Sukandar D. (2013). Kaitan antara Fizi, Perkembangan Kognitif, dan Perkembangan Motorik pada Anak Usia Prasekolah. Penelitian Gizi dan Makanan, 36 (1): 62-72
Tryani S, Meilan N, Purbowati. (2014). Hubungan antara Lama Pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan Anak Usia 12-36 Bulan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 1 (2): 113-119
Yuliarti, Nurheti. (2010). Keajaiban ASI – Makanan Terbaik untuk Kesehatan, Kecerdasan, dan Kelincahan Si Kecil. Yogyakarta: CV. ANDI
Susanty A, Fadlyana E, Nataprawira H. (2014). Manfaat Intervensi Dini Anak Usia 6-12 bulan dengan Kecurigaan Penyimpangan Perkembangan. Majalah Kedokteran Bandung, 42(2): 63-67
Hati F dan Lestari P. 9. (2016). Pengaruh Pemberian Stimulasi pada Perkembangan Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul. Journal Ners and Midwifery Indonesia, 4(1): 44-48
Wani Y, Wilujeng C, Rahmi Y, Kusuma T, Rahmawati W, Fadhilah E, Ruhana A. (2017). Survei Status Gizi dan Perkembangan Anak Balita Menggunakan Kuesioner Praskrining Perkembangan (KPSP). Majalah Kesehatan FKUB, 4(4): 193-199
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.