Edukasi Penggolongan Obat dan Pemberian Vitamin di Wilayah Apotek Hafhsawaty
Abstract
Abstrak
Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai penggolongan obat berpotensi meningkatkan risiko kesalahan dalam swamedikasi. Survei Sosial Ekonomi Nasional (2023) menunjukkan 79% penduduk Indonesia melakukan pengobatan mandiri, sehingga edukasi menjadi penting untuk mencegah penggunaan obat yang tidak rasional. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di sekitar Apotek Hafshawaty, Probolinggo, tentang klasifikasi obat melalui edukasi langsung. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tatap muka partisipatif, dibantu media leaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 30 orang peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan nilai rata-rata post-test (77,67) jauh lebih tinggi dibanding pre-test (46,00), atau terjadi kenaikan rata-rata sebesar 31,67 poin. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan nilai. Disimpulkan bahwa edukasi langsung dengan pendekatan partisipatif dan media visual efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang penggolongan obat. Kegiatan serupa disarankan untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan variasi media yang lebih beragam.
Kata kunci: Edukasi kesehatan; Penggolongan obat; Swamedikasi; Apotek; Literasi masyarakat
Abstract
Low public understanding of drug classification potentially increases the risk of errors in self-medication. The 2023 National Socio-Economic Survey indicated that 79% of the Indonesian population practices self-medication, making education crucial to prevent irrational drug use. This community service aimed to increase the knowledge of the community around Hafshawaty Pharmacy, Probolinggo, regarding drug classification through direct education. The methods used included participatory face-to-face counseling, supported by leaflet media, and evaluation using pre-test and post-test. The activity involved 30 participants. The results showed a significant increase in understanding, with the average post-test score (77.67) being much higher than the pre-test score (46.00), indicating an average increase of 31.67 points. All participants (100%) showed an improvement in their scores. It was concluded that direct education with a participatory approach and visual media is effective in improving community literacy on drug classification. Similar activities are recommended to be conducted continuously with more varied media.
Keywords: Health education; Drug classification; Self-medication; Pharmacy; Community literacy

