Pendekatan Farmasi dalam Edukasi Keamanan Kosmetik pada Siswa SMAU HAF-SA Zainul Hasan
Abstract
Penggunaan kosmetik di kalangan remaja terus meningkat seiring dengan intensitas paparan media sosial, namun kemampuan mereka dalam memverifikasi keamanan produk masih rendah. Hal ini menjadi isu penting mengingat maraknya kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan kosmetik pada siswa SMAU Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong melalui edukasi berbasis partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi penggunaan aplikasi BPOM Mobile, praktik verifikasi produk, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sebanyak 25 siswa mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh aspek penilaian, dengan rata- rata nilai meningkat dari 90,7% menjadi 95%. Peningkatan terbesar sebesar 7% terjadi pada kemampuan verifikasi produk, menandakan bahwa pendekatan praktikum dan demonstrasi teknologi efektif memperkuat keterampilan aplikatif peserta. Observasi juga menunjukkan tingginya partisipasi dan antusiasme siswa selama kegiatan. Secara keseluruhan, program edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan mendorong kebiasaan positif dalam memeriksa keamanan kosmetik. Edukasi serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan direplikasi di sekolah lain guna memperkuat literasi kesehatan remaja terkait penggunaan kosmetik yang aman.
Kata kunci: Pendekatan farmasi; Edukasi; Literasi kesehatan; Keamanan kosmetik; Remaja
Abstract
The use of cosmetic products among adolescents continues to rise along with the increasing influence of social media, yet their ability to verify product safety remains limited. This issue is critical considering the widespread circulation of illegal cosmetics containing harmful substances. This community service program aimed to enhance cosmetic safety literacy among students at SMAU Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong through a participatory educational approach. The methods included interactive lectures, demonstrations of the BPOM Mobile application, hands-on product verification practice, and evaluation through pre-test and post-test assessments. A total of 25 students participated in the program. The results showed an increase in knowledge across all assessment indicators, with average scores rising from 90.7% to 95%. The highest improvement, at 7%, occurred in product verification skills, indicating that practical demonstrations and technology-based training effectively strengthened students’ applied competencies. Observations also revealed high levels of participation and enthusiasm throughout the activities. Overall, the program successfully improved understanding and encouraged positive habits in verifying cosmetic safety. Similar educational initiatives are recommended to be implemented regularly and replicated in other schools to strengthen adolescents’ health literacy related to safe cosmetic use.
Keywords: Pharmaceutical approach; Education; Health literacy; Cosmetic safety; Adolescents

