Perawatan Diri dalam Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik Penderita Diabetes Melitus
Abstract
Abstrak
Perawatan diri merupakan sebuah kebutuhan dimana seseorang atau individu mengelola kesehatannya secara mandiri, kebutuhan akan perawatan diri menjadi sangat penting dalam mengantisipasi kondisi tubuh agar tetap segar. Di desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan beberapa masalah kesehatan diantaranya penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, pengabdian dilaksanakan untuk pelatihan perawatan diri mencegah ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus. kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui pelatihan perawatan diri dilaksanakan di desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. peserta yang mengikuti pelatihan adalah pasien yang gula darahnya tinggi lebih dari > 200 mmhg. melakukan koordinasi kegiatan terkait dengan pelaksanaan diberikan undangan terlebih dahulu dengn mengidentifikasi jumlah sasaran, membuat undangan kegiatan membuat materi handout. proses kegiatan pengabdian masyarakat, mitra bersama dengan dosen peneliti membuat perencanaa yang akan dilakukan. Selain itu pada saat pelaksaaan, mitra bersama dengan dosen peneliti akan menjadi fasilitator proses pelatihan perawatan diri. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pemahaman responden mengalami kenaikan perawatan diri kenaikan menjadi 32 persen, aktifitas fisik naik menjadi 18 persen, monitoring gula naik menjadi 45 persen dan pengobatan naik 4 persen serta perawatan kaki naik menjadi 22 persen. Jadi rata-rata kenaiklan 24,2 persen. Sebagian besar peserta juga menunjukkan peningkatan motivasi dalam melakukan self-care secara mandiri.
Kata Kunci: Perawatan diri; Ulkus diabetikum; Diabetes melitus
Abstrak
Self-care is a necessity where individuals manage their own health. The need for self-care is crucial in anticipating and maintaining a healthy body. In Kalibuntu Village, Kraksaan District, several health problems, including degenerative diseases such as diabetes mellitus, are addressed. Community service activities are conducted to provide self-care training to prevent diabetic ulcers in patients with diabetes mellitus. Community service activities through Self-Care Training are held in Kalibuntu Village, Kraksaan District, Probolinggo Regency. Participants in the training are patients with high blood sugar levels exceeding 200 mmHg. Coordination of activities related to implementation is carried out by providing invitations in advance by identifying the target group, creating invitations for the activity, and creating handouts. During the community service activity process, partners, along with research lecturers, develop a plan for the implementation. Furthermore, during the implementation, partners, along with research lecturers, will act as facilitators for the Self-Care Training process. The results of the Community Service program showed that respondents' understanding of self-care increased by 32 percent, physical activity increased by 18 percent, blood sugar monitoring increased by 45 percent, medication increased by 4 percent, and foot care increased by 22 percent. This translates to an average increase of 24.2 percent. Most participants also demonstrated increased motivation to perform self-care independently.
Keywords: Self-Care; Diabetic ulcers; Diabetes mellitus

