Upaya Peningkatan Pengetahuan terkait Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) pada Balita di Kota Tangerang, Banten

Authors

  • Kartini Kartini Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia
  • Eriyono Budi Wijoyo Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia
  • Elang Wibisana Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia
  • Azizah Al Ashri Nainar Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Popy Irawati Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia

Abstract

Abstrak

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menyerang pada semua umur. Anak balita sering mengalami ISPA dibandingkan dengan kelompok dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri. Banyak orang tua yang belum mengetahui ISPA. Tim melakukan pengabdian masyarakat karena persebaran ISPA dipengaruhi banyak faktor antara lain lingkungan dengan wilayah yang padat penduduk. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua terkait penyakit ISPA pada anak. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelasanaan dan evaluasi. Dimulai dari koordinasi dengan stakeholder dilanjutkan dengan mempersiapkan lokasi dan peserta. Peserta kegiatan adalah masyarakat wilayah Poris Jaya, Kota Tangerang. Selanjutnya tahap pelaksanaan dilakukan selama 1 hari yang meliputi pretest, persebaran leaflet terkait ISPA pada anak, pemberian materi ISPA pada anak, proses diskusi/tanya jawab dan posttest. Tahap evaluasi kegiatan dilakukan melalui pelaksanaan pre dan post test terkait pengetahuan orang tua tentang ISPA pada anak. Dari 15 peserta kegiatan ini, didapatkan data sebelum kegiatan pengabdian pengetahuan peserta terkait ISPA pada anak yaitu baik (0%) dan kurang baik (100%). Setelah dilakukan pengabdian, pengetahuan baik menjadi 70% sedangkan pengetahuan kurang baik turun menjadi 30%. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Perlu adanya edukasi lebih lanjut terkait proses perawatan dan penatalaksanaan ISPA pada anak.

 

Kata kunci : edukasi kesehatan, pengetahuan, orang tua, ISPA pada anak

 

 

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI) can strike people of all ages. In comparison to adults, children under the age of five are more likely to have ARI. Viruses and bacteria are to blame for this illness. Many parents are unaware of ARI. Because various factors, particularly the environment with densely populated places, encouraged the spread of ARI, the team performed community service. This activity aims to improve parents' understanding of ARI in children. The steps of preparation, implementation, and assessment make up the process for carrying out the activities, starting with stakeholder collaboration, then arranging the place and participants. People from the Poris Jaya region of Tangerang City were taking part in the action. Additionally, the implementation stage lasted one day and comprised a pretest, distribution of ARI leaflets to children, distribution of ARI materials to children, discussion and a posttest. The activity evaluation step was completed by administering pre and post exams to assess parental knowledge about ARI in children. Data acquired before the knowledge service activities connected to ARI in children were good (0 percent) and not good (100 percent) among the 15 participants in this activity. After doing such activity, good knowledge increased to 70%, but weak knowledge declined to 30%. The implementation of community service activities went off without a hitch, and there were no major setbacks. There is a need for further training in the process of caring for and managing ARI in children

 

Keywords: health education, knowledge, parents, ARI in children

References

Atmojo, J. T. et al. (2020) ‘Definisi Dan Jalur Penularan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (Sars-Cov-2) Atau Covid-19 Definision And The Most Active Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (Sars-Cov-2) Atau Covid-19’, ojs.poltekkes-malang.ac.id.

Budiarti, L. Y. and Heriyani, F. (2019) ‘Pencegahan Kejadian Ispa Pada Anak Di Daerah Pendulangan Intan Cempaka Banjarbaru’, Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR). doi: 10.37695/pkmcsr.v2i0.562.

Haerani et al. (2020) ‘Gambaran Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupatenbulukumba’, Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. doi: 10.31970/ma.v2i1.51.

Ighid, N. et al. (2020) ‘Acute Respiratory Infections Epidemiology and Etiology in Hospitalized Moroccan Children under 15 Years’, Integrative Journal of Medical Sciences. doi: 10.15342/ijms.7.194.

Iksan, Kunoli, F. J. and Budiman (2018) ‘Hubungan Kepadatan Hunian Dan Ventilasi Rumah Dengan Penyakit Ispa Pada Anak Balita Di Puskesmas Wani Kabupaten Donggala’, Jurnal Kolaboratif Sains.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2018) Basic Health Research 2018, Riskesdas 2018.

Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (2018) ‘Laporan Riskesdas 2018’, Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), pp. 1689–1699. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

Putra, Y. and Wulandari, S. S. (2019) ‘Faktor Penyebab Kejadian Ispa’, Jurnal Kesehatan. doi: 10.35730/jk.v10i1.378.

Saldan, A. (2017) ‘Kajian Pola Persebaran Penderita Ispa Pada Balita Di Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo’, Swara Bhumi.

Sari, D. P. and Ratnawati, D. (2020) ‘Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Merawat Balita dengan ISPA’, Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 10(02), pp. 1–7. doi: 10.33221/jiiki.v10i02.578.

Savitri, I. (2010) ‘Tingkat Urbanisasi Empat Kota di Pulau Jawa 80 Persen 2025’, Tempo Interaktif.

Widianti, S. (2020) ‘Penanganan ISPA Pada Anak Balita’, Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan.

World Health Organization(WHO) (2014) ‘Infection prevention and control of epidemic- and pandemic-prone acute respiratory infections in health care’, WHO Guidelines.

Downloads

Published

2021-10-14

Citation Check