Hubungan Kebiasaan Menonton Konten Dewasa dengan Minat Menikah Dini Remaja Madya di SMPN 1 Banyuanyar

Authors

  • Meylisa Dewi Anggraini universitas hafshawaty zainul hasan

Abstract

Abstrak

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi bagi remaja, namun juga meningkatkan risiko paparan konten dewasa yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Pada masa remaja madya, kondisi psikologis yang belum stabil serta dorongan biologis yang meningkat dapat memengaruhi cara remaja memaknai hubungan interpersonal dan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan menonton konten dewasa dengan minat menikah dini pada remaja madya di SMPN 1 Banyuanyar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 53 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling dari total populasi 60 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki kebiasaan mengakses konten dewasa dan mayoritas menunjukkan minat menikah dini. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan menonton konten dewasa dengan minat menikah dini. Temuan ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, keluarga, dan layanan kesehatan dalam meningkatkan literasi digital serta edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja.

Kata kunci: konten dewasa, minat menikah dini, remaja

 

Abstract

Rapid digital advancement has expanded adolescents’ access to information while simultaneously increasing their exposure to inappropriate adult content. During middle adolescence, psychological immaturity combined with heightened biological drives may influence how adolescents perceive interpersonal relationships and marriage. This study aimed to examine the relationship between adult content viewing habits and early marriage interest among middle adolescents at SMPN 1 Banyuanyar. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 53 respondents selected through simple random sampling from a population of 60 students. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the chi-square test. The findings revealed that a proportion of adolescents were regularly exposed to adult content, while most respondents demonstrated an interest in early marriage. Statistical analysis indicated a significant association between exposure to adult content and early marriage interest. These results highlight the need for collaborative efforts from educational institutions, families, and health services to strengthen digital literacy and reproductive health education in order to reduce the risk of early marriage among adolescents.

Keywords: adult content, early marriage interest, adolescents

Downloads

Published

2026-07-02