Penyebab Langsung dan Penyebab Tidak Langsung Terjadinya Stunting pada Anak Balita
DOI:
https://doi.org/10.33006/ji-kes.v5i2.358Abstract
Abstrak
Stunting merupakan masalah gizi anak yang mengkhawatirkan. Dampak yang ditimbulkan dari kondisi tersebut antara lain dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga berisiko mengalami penurunan kemampuan intelektual dan berisiko mengalami penyakit degeneratif dikemudian hari. Ada dua klasifikasi penyebab dari stunting yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara penyebab langsung dan penyebab tidak langsung kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampel yang digunakan sebesar 75 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan pengukuran berat badan serta tinggi badan secara langsung kepada balita. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara penyebab langsung (berat badan lahir dengan p-value 0,001 dan tinggi badan ibu dengan p-value 0,022) dan penyebab tidak langsung (pola asuh dengan p-value 0,002, pendidikan ibu dengan p-value 0,03, pengetahuan dengan p-value 0,043) terhadap kejadian stunting pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara berat lahir, tinggi badan ibu, pola asuh, pendidikan ibu dan pengetahuan terhadap kejadian stunting. Saran kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi pra nikah dan memperkuat pelayanan kepada ibu hamil untuk mencegah komplikasi yang dapat menimbulkan stunting pada anak yang dilahirkan.
Â
Kata kunci : Stunting, balita, penyebab langsung, penyebab tidak langsung
Â
Abstract
Stunting is a worrying child nutrition problem. The impact of these conditions, among others, can inhibit brain growth and development so that they are at risk of decreased intellectual ability and at risk developing degenerative diseases in the future. There are two classifications of stunting events: direct causes and indirect causes. This study aimed to find out the relationship between immediate causes and indirect causes with stunting events. The method used is quantitative with a cross-sectional design in Kramat Jati subdistrict, East Jakarta 75 respondents used the sample. Data collection techniques using questionnaires and measurements of weight and height directly to toddlers. The results obtained in this study there is a significant relationship between direct causes (birth weight with a p-value of 0.001 and length of mother's body with a p-value of 0.022) and indirect causes (parenting with a p-value of 0.002, maternal education with a p-value of 0.03, knowledge with a p-value of 0.043) to stunting events in toddlers. This study a concludes a relationship between weight birth, maternal height, parenting, maternal education and knowledge to stunting events. Advice health workers to provide premarital education and strengthen services to pregnant women to prevent complications that can cause stunting in children born.
Â
Keywords           :              Stunting, toddler, direct cause, indirect causeReferences
Aramico (2013) Hubungan Sosial Ekonomi, Pola Asuh, Pola Makan dengan Stunting pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta (2017) Laporan Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. DKI Jakarta.
Fitri (2012) Berat Lahir Sebagai Faktor Dominan Terjadinya Stunting Pada Balita (12–59 Bulan) Di Sumatera (Analisis Data Riskesdas 2010). Universitas Indonesia.
Ibrahim, I. A. et al. (2019) ‘Analisis determinan kejadian Growth failure (Stunting) pada anak balita usia 12-36 bulan di wilayah pegunungan desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang’, Al-Sihah : Public Health Science Journal, 11, pp. 50–64.
International Food Policy Research Institute (2014) Actions and Accountability to Accelerate the World’s Progress on Nutrition, Washington, DC., Global Nutrition Report 2014.
Irawati, A., & Salimar, S. (2014) ‘Status Gizi Ibu Sebelum Hamil sebagai Prediksi Berat dan Panjang Bayi Lahir di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor: Studi Kohor Prospektif Tumbuh Kembang Anak Tahun 2012-2013’, Nutrition and Food Research, 37(2), pp. 119–128.
Kemenkes RI (2018) ‘Buletin Stunting’, Kementerian Kesehatan RI, 301(5), pp. 1163–1178.
Ni’mah C, M. L. (2015) ‘Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan dan Pola Asuh dengan Wasting dan Stunting pada Baita Keluarga Miskin.’, J Media Gizi Indonesia, 10(1), pp. 84–90.
Ningtyas, Y.P, Udiyono, A., & Kusariana, N. (2020) ‘Pengetahuan Ibu Berhubungan Dengan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangayu Kota Semarang’, Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 8(1).
Noviyanti, L. A., Rachmawati, D. A. and Sutejo, I. R. (2020) ‘Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pola Pemberian Makan Balita di Puskesmas Kencong An Analysis of Feeding Pattern Factors in Infants at Kencong Public Health Center’, 6(1), pp. 14–18.
Nurjanah, L. O. (2018) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Klecorejo Kabupaten Madiun Tahun 2018.STIKES Bakti Husada Mulia Madiun.
Pormes, W. E., Rompas, S., & Ismanto, A. Y. (2014) ‘Hubungan pengetahuan orang tua tentang gizi dengan stunting pada anak usia 4-5 tahun di TK Malaekat Pelindung Manado.’, Jurnal Keperawatan, 2(2).
Proverawati A, C. I. (2010) BBLR: Berat Badan Lahir Rendah. Yogyakarta: Nuha Medika.
Ra, M. Y. And Anggraeni, L. (2021) ‘Determinan Tidak Langsung Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Cililitan Jakarta Timur’, Prosiding Stikes Syedza Saintika, 1(1), pp. 577–585.
Rahmayana, Ibrahim, I. A. and Damayati, D. S. (2014) ‘Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Di Posyandu Asoka II Wilayah Pesisir Kelurahan Ba- rombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Tahun 2014’, VI(2), pp. 424–436.
Ramlah (2014) Ramlah. Available at: http://repositori.uin-alauddin.ac.id/6804/.
Sulistiyawati, A. (2019) ‘Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita’, Jurnal Ilmu Kebidanan, 5(1), pp. 21–30. doi: 10.33221/jikm.v9i02.505.
Sutriyawan A, N. C. (2020) ‘Kejadian Stunting pada Balita di UPT Puskesmas Citarip Kota Bandung.’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 7(2), pp. 79–88.
Torlesse H, Cronin A.A, Sebayang S.K, N. R. (2016) ‘Determinants of stunting in indonesian children : evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction.’, BMC Public Health.
Wati, S. K., Kusyani, A. and Fitriyah, E. T. (2021) ‘Pengaruh Faktor Ibu ( Pengetahuan Ibu , Pemberian ASI- Eksklusif & MP-ASI ) Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak’, 2(1).
Wells, J. C. K. (2013) ‘Obesity as malnutrition : the dimensions beyond energy balance’, European Journal of Clinical Nutrition, (January), pp. 507–512. doi: 10.1038/ejcn.2013.31.
World Health Organization (2016) Prevalence of anaemia in pregnant women. Jenewa.
Wulan Angraini, Mohammad Amin, Bintang Agustina Pratiwi, Henni Febriawati, R. Y. (2021) ‘Pengetahuan Ibu, Akses Air Bersih Dan Diare Dengan Stunting Di Puskesmas Aturan Mumpo Bengkulu Tengah’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 8(2), pp. 92–102.
Yabanc, N., K, İ. and Suzan, Ş. (2014) ‘The effects of mother ’ s nutritional knowledge on attitudes and behaviors of children about nutrition’, 116, pp. 4477–4481. doi: 10.1016/j.sbspro.2014.01.970.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.